Mengenal Keamanan Cloud Hosting

Mengenal Keamanan Cloud Hosting

Seiring perkembangan teknologi, banyak perusahaan kini mulai menggunakan cloud hosting Indonesia dan meninggalkan hosting tradisional. Namun, banyak pula bisnis yang belum rela jika data dan penyimpanan mereka tidak dijalankan secara in-house. Sebenarnya, sampai mana tingkat keamanan cloud hosting?

6 Alasan Cloud Hosting Indonesia Aman

Pada hosting tradisional, file-file website Anda disimpan di lokasi server fisik tertentu. Berbeda dengan cloud hosting, di mana file-file website Anda didistribusikan ke beberapa lokasi server virtual.

Menurut HostGator, kekhawatiran akan keamanan cloud hosting dan platform cloud lain kebanyakan berhubungan dengan sikap skeptis terhadap perubahan teknologi, bukan tentang teknologinya sendiri. Cloud sudah berkembang seiring waktu, begitupun dengan tingkat keamanannya.

Cloud hosting bisa memberikan fleksibilitas, keamanan, dan manfaat lainnya. Dengan membawa website hosting Anda ke cloud, Anda sudah melindungi website Anda lebih daripada menggunakan host biasa. Apa lagi, cloud hosting sekarang sudah sangat berbeda dengan lingkungan cloud di masa lalu. Berikut alasannya:

1. Tidak Ada Masalah dengan Hardware

Dengan cloud hosting, jika ada masalah dengan server fisik, Anda perlu menambah memori, atau perlu melakukan perbaikan, Anda bisa melakukannya tanpa downtime. Sebab, Anda menjalankan website Anda dari server virtual yang berbeda.

2. Aman Meski Menggunakan Pihak Ketiga

Salah satu ketakutan para pemilik bisnis yang masih ragu beralih ke cloud hosting adalah outsourcing penyimpanan informasi ke sistem cloud pihak ketiga. Seakan-akan mereka kehilangan kontrol terkait lokasi data mereka.

Namun, kebanyakan penyedia cloud hosting saat ini sudah membangun sistem dengan memberikan transparansi dan keamanan terkait data pengguna. Dengan demikian, data Anda tetap dapat dipertanggungjawabkan dan Anda tak perlu mengurus semuanya sendiri.

3. Tidak Terganggu Jika Website Lain Terinfeksi

Salah satu keuntungan paling signifikan dari cloud hosting adalah perlindungan terhadap data Anda karena menggunakan seperangkat mesin besar alih-alih hanya sebuah server tunggal.

Jika menggunakan satu server, bahaya kehilangan data — misalnya karena pelanggaran data (data breach) atau serangan dari peretas — jauh lebih besar dibanding jika data Anda disimpan di struktur hosting virtual alias cloud.

Dengan cloud hosting, data Anda berpindah-pindah dari satu server virtual ke server virtual lain, sehingga risiko Anda terkena serangan atau masalah perangkat keras yang tidak terduga sebelumnya lebih rendah.

Kalaupun beberapa mesin virtual berbeda menggunakan ruang server fisik khusus yang sama, satu website yang tak aman atau mengalami kelebihan beban di jaringan yang sama tidak akan mengganggu website lain.

Ini karena ada banyak protokol keamanan yang diterapkan, salah satunya VM isolation yang mengisolasi jaringan virtual Anda sepenuhnya dari jaringan lain di mesin yang sama. Artinya, data Anda aman, terlindungi, dan tidak bisa diakses oleh siapapun selain Anda.

Selain itu juga ada instant website data mirroring yang memiliki versi sama dari website Anda dalam server berbeda.

Baca Juga: Tantangan Keamanan Cloud saat WFH 

4. Backup Rutin

Berkat sistem backup yang berulang (contohnya beberapa server di satu lokasi), data Anda tidak hanya dibagikan ke berbagai mesin, tapi juga terus-menerus di-backup. Data produktif Anda akan selalu tersedia dan kemungkinan kehilangan data dapat diminimalisir.

Backup data secara rutin yang disimpan di lokasi-lokasi berbeda juga bisa mengurangi risiko kehilangan data karena pusat data ditarik atau offline akibat bencana alam.

5. Firewall Canggih

Dulu, firewall adalah mesin fisik yang dipasang antara web router yang masuk dan server. Sekarang, program firewall canggih terpasang di server itu sendiri.

Selain itu, tugas firewall sebelumnya adalah menyaring traffic yang keluar dan masuk. Sekarang, firewall sudah dilengkapi fitur anti-spam dan antivirus serta sistem perlindungan dari gangguan (Intrusion Protection System) yang mendeteksi serangan dan pada saat itu juga meluncurkan langkah penanggulangan.

Jadi, selain menjaga dari traffic yang tidak diinginkan, firewall saat ini juga dapat menghilangkan malware serta melawan serangan phishing dan gangguan peretas.

Jika tetap ada malware yang masuk ke cloud hosting dan merusak data sensitif, Anda bisa menggunakan software tambahan untuk melengkapi perlindungan.

6. Metode Enkripsi

Ada banyak cara melindungi data. Salah satu yang paling manjur adalah enkripsi.

Enkripsi data mengolah dan mengubah data Anda menjadi kode sebelum memindahkannya ke penyimpanan cloud, sehingga menjaga data mentah dari penyalahgunaan.

Ada beberapa algoritma enkripsi yang ditawarkan oleh beragam platform hosting seperti Amazon atau Google. Mulai dari koneksi terenkripsi (via VPN) hingga kunci enkripsi khusus pengguna, baik yang disediakan oleh penyedia cloud atau oleh pengguna.

Salah satu metode yang paling aman adalah Advanced Encryption Standard (AES), yakni enkripsi simetris di mana kunci untuk enkripsi dan dekripsi harus identik. Ada pula Authenticated Encryption (AE), di mana data tidak hanya di-enkripsi, tapi juga dikombinasikan dengan kode autentikasi pesan yang mengecek asal dan integritas data.

Dengan algoritma-algoritma enkripsi tersebut, serangan, pencurian, dan perusakan data yang tidak diinginkan dapat lebih terkontrol.

Baca Juga: Apa Itu Cloud Security?

Tentang OpenCloud

Sudah siap beralih ke cloud hosting? OpenCloud siap menjadi penyedia jasa cloud hosting Indonesia yang bisa Anda andalkan. Berbagai protokol keamanan di atas dapat Anda nikmati tanpa harus repot mengelola sendiri website hosting Anda. Tertarik bekerja sama? Hubungi kami di sini!

Foto Utama: Freepik.com


Sumber:

  • https://www.hostgator.com/blog/cloudhosting-security/
  • https://www.cloudpanel.io/blog/is-cloudhosting-secure/