Sejarah Hari Raya Paskah dengan Telur & Kelinci
Foto: freepik.com

Sejarah Hari Raya Paskah dengan Telur & Kelinci

  • Post Category:Lifestyle

Paskah merupakan kepercayaan umat Kristen tentang hari kebangkitan Yesus Kristus. Dalam perjanjian baru Alkitab, peristiwa ini dikatakan terjadi selama 3 hari setelah Yesus disalibkan oleh orang-orang Romawi. 

Kebangkitan Yesus, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru di Alkitab, pada dasarnya adalah fondasi di mana agama-agama Kristen dibangun. Karena itu, Hari Raya Paskah adalah momen yang sangat penting dalam kalender Kristen.

Kapan Hari Raya Paskah Dilaksanakan?

Foto: pexels.com

Paskah jatuh pada tanggal yang berbeda setiap bulannya, namun biasanya jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama terjadi atau setelah ekuinoks musim semi. Bulan purnama Paskah terjadi setelah vernal quinox, yang menandakan awal musim semi terjadi di belahan bumi utara.

Agama Kristen barat yang mengikuti kalender Gregorian menetapkan Paskah selalu jatuh pada hari Minggu antara 22 Maret dan 25 April. Sementara gereja-gereja Ortodoks Timur menganut kalender Julian, sehingga Paskah jatuh pada hari Minggu antara 4 April dan 8 Mei setiap tahun. 

Sejarah Penamaan Hari Paskah 

Foto: pexels.com

Pada mulanya kata ini diambil dari kata Ibrani yang menyebutnya “Pesach” untuk Paskah. Saat ini, sebagian besar bahasa menggunakan variasi dari nama tersebut seperti di Prancis menyebutnya “Pesach” dan “Pasqua” dalam bahasa Italia. 

St. Bede penulis abad ke-6 berpendapat bahwa kata bahasa Inggris “Easter” berasal dari Eostre atau Eostrae yaitu dewi musim semi dan dewi kesuburan yaitu Anglo-Saxon.

Sejarah Tradisi Paskah

Foto: pexels.com

Berdasarkan Perjanjian Baru, Yesus ditangkap oleh otoritas Romawi dimana ia mengaku sebagai “Anak Allah,” meskipun sejarawan mempertanyakan motif ini. Beberapa mengatakan bahwa orang Romawi mungkin melihatnya sebagai ancaman terhadap kekaisaran.

Dia dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilate, seorang prefek Romawi di provinsi Yudea dari 26 M hingga 36 M. Kematian Yesus karena penyaliban diperingati sebagai hari Kristen Jumat Agung (Jumat sebelum Paskah). Kebangkitan di tiga hari kemudian, dikatakan para penulis Injil untuk membuktikan bahwa Yesus adalah putra Allah yang hidup.

Simbol dan Tradisi Paskah dengan Telur

Foto: pexels.com

Pada mulanya berasal dari budaya kuno, termasuk Yunani dan Mesir, melihat telur sebagai tanda kesuburan dan kehidupan baru. Mereka menggunakan telur dalam ritual keagamaan dan menggantungnya di kuil-kuil untuk tujuan mistis, kata Martha Zimmerman dalam bukunya Celebrating the Christian Year.

Kemudian misionaris Kristen mengamati masyarakat berburu telur di musim semi, sehingga mereka menetapkan tradisi tersebut sebagai gambaran kelahiran baru Kristus dalam kebangkitan. 

Telur akan diwarnai berdasarkan dari arti warna-warnanya bagi gereja. Warna kuning melambangkan kebangkita, biru untuk cinta, dan merah untuk darah Kristus. Mereka juga dapat melukis berbagai adegan dari Alkitab pada telur lalu menyembunyikannya.

Secara historis orang-orang Kristen akan pantang makan telur dan daging selama masa sebelum Paskah. Saat Paskah, barulah mereka diizinkan untuk memakan telur. Pada akhir perayaan Paskah, telur diberkati oleh pastor dan dibagikan kepada para jemaat. Cangkang keras dari telur melambangkan Makam Kristus yang tersegel, dan memecahkan cangkang tersebut menggambarkan kebangkitan Yesus dari kematian. 

Keterkaitan Paskah dengan Kelinci

Foto: pexels.com

Bermula dari cerita di Jerman pada tahun 1600-an yang mengisahkan bahwa ada seorang wanita yang sangat mencintai anak-anak menyembunyikan telur berwarna sebagai hadiah Paskah. 

Suatu ketika, anak-anak itu mencarinya dan melihat seekor kelinci melompati telur itu. Saat itulah dipercayai binatang itu telah meninggalkan telur.

Cerita ini kemudian dibawa oleh imigran Jerman dan berkembang menjadi tradisi di Amerika. Anak-anak akan membuat sarang bagi kelinci Paskah untuk meninggalkan telur. 

Namun, seiring berkembangnya zaman, saat ini hadiah kelinci diganti menjadi coklat dan permen. Sementara sarangnya digantikan dengan keranjang. Patung-patung kelinci coklat juga berasal dari Jerman, dimana mereka mulai membuat kue-kue berbentuk kelinci pada tahun 1800-an.

Jadi bagaimana? Sudah siapkah Anda dengan perayaan Paskah di tahun ini? Semoga informasi yang telah OpenCloud Blog rangkum di atas bisa menambah keimanan Anda tentang hari Paskah. Jangan lupa untuk berbagi permen dan coklat dengan orang-orang terkasih, ya.

Sumber:

(AN)